4 Hal Dipetik Atas Kekalahan Liverpool Dari Chelsea

Liverpool menderita kekalahan pertama pramusim mereka karena Chelsea sukses keluar jadi pemenang 1-0 di Rose Bowl pada hari Rabu berkat sundulan Gary Cahill di babak pertama.

Berikut adalah 4 hal yang kita pelajari dari kekalahan The Reds ‘ Liverpool kala kontra Chelsea di ajang Internasional Champions Cup 2016 di Rose Bowl.

[table “10” not found /]
  1. tiga pemain depan Liverpool mandul

Dengan Daniel Sturridge, Divock Origi dan Christian Benteke ditinggalkan di markas latihan tim di Palo Alto, Klopp sekali lagi memulai laga dengan trio penyerang Philippe Coutinho, Roberto Firmino dan Sadio Mane. Trio ini memberikan beberapa tanda-tanda menggembirakan di laga pramusim sebelumnya.

Mereka kekurangan ide awalnya tapi akhirnya mereka mampu membuat peluang terbaik menjelang akhir babak pertama. Peluang ini hampir gol dimana ketika Coutinho melakukan dari tendangan bebas Begovic mampu menghalaunya. Beberapa kali kecepatan Mane bisa menerobos dari sayap kanan; Namun, John Terry bermain sangat baik untuk menghalanginya.

  1. Tidak banyak penonton Amerika yang melihat Liverpool dan Chelsea

Stadion The Rose Bowl kamis kemarin sepi penonton, dimana penpnton yang hadir yakni Cuma 53.117 dari kapasitas stadion 90.000, ada banyak kursi kosong untuk laga International Champions Cup ini. Ketika Barcelona bermain lawan LA Galaxy di Rose Bowl musim panas lalu, mereka bermain di depan 93.226 suporter dan tiket habis diborong. Kurangnya angka ini pada laga Liverpool vs Chelsea dapat disebabkan beberapa faktor.

[table “10” not found /]

Klopp sebelumnya telah mengungkapkan bagaimana ia menjalankan pertandingan persahabatan pra-musim hanya sebagai sesi latihan, jadi fans mungkin telah menunda membeli tiket pertandingan mahal untuk peristiwa semacam itu, tapi dugaan lebih kuat adalah bhwa kedua tim tidak memiliki bintang kelas dunia yang dapat menarik kerumunan besar.

Liverpool tidak lagi memiliki Steven Gerrard, sementara Chelsea sudah tak ada lagi Frank Lampard dan Didier Drogba. Ketiganya sekarang bermain di MLS, yang popularitas mereka sungguh besar di AS.

  1. Melewatkan Jordan Henderson

Ini adalah penampilan pertama kapten Liverpool di pramusim, setelah diberi waktu istirahat dari Piala Eropa. Kampanye Henderson 2015-16 terhambat oleh cedera, dan dia merasa itu adalah yang terburuk dalam karirnya. Pemain tengah Inggris ini berharap musim mendatang akan menjadi cerita berbeda, dan itu dimulai dengan 27 menit bermain di Rose Bowl. Masuk di babak kedua, Henderson tampaknya bermain lebih bebas daripada dirinya di musim 2015-16 dan sering masuk ke kotak pinalti lawan ketika Liverpool melakukan serangan. Ini hal kecil tapi menimbulkan tanda-tanda menggembirakan untuk Henderson dan Liverpool.

  1. Klavan mencari lebih dari satu pilihan back-up

Ketika Ragnar Klavan menyelesaikan kepindahannya ke The Reds, ia menyarankan bahwa pemain timnas Estonia akan menjadi pengganti ideal untuk Kolo Toure dan hanya dilihat sebagai pilihan back-up. Namun, Toure tampil 26 kali untuk Liverpool musim lalu. Dan dengan kondisi Joe Gomez dan Mamadou Sakho cedera untuk memulai Liga Premier, Klavan mungkin memiliki beban kerja yang lebih besar.

Bek ini menunjukkan permainan bagus di Rose Bowl dan dapat menjadi pemain yang diandalkan untuk Klopp. Pemain berusia 30 tahun ini lebih nyaman dengan bola di kakinya dan kemudian memberikan umpan silang kepada Mane dengan akurasi dari bola yang tepat.

[table “10” not found /]




Back to Top ↑