Pembuktian Guardiola Usai Menang Besar

Dikutip dari laman ESPN FC, kami mengevaluasi permainan Manchester City kala bertanding lawan Steaua Bucuresti. Evaluasi ni telah diambil berdasarkan lima pertandingan terakhir Pep Guardiola – termasuk 3 pertandingan persahabatan pramusim – dimana mereka menunjukkan kualitas barunya yang membuat perbedaan.

[table “10” not found /]

skuad Manchester City telah berisikan bakat bintang berlimpah selama delapan tahun, tapi kemenangan 5-0 atas Steaua Bucharest di babak playoff Liga Champions pada Selasa malam memberikan sesuatu dan membuka mata penggemarnya. “The New City” kini telah tampil dengan gaya permainan ala Guardiola, dimana terlihat kinerja yang efektif dari para pemain.

Jika pada pertandingan pembukaan musim City menang 2-1 melawan Sunderland dengan memamerkan permainan bertahan, berbeda kala menghadapi Steaua. City menampilkan permainan mendominasi lini tengah dan bermain melebar dalam membuat serangan tanpa takut.

Duet Nolito dan David Silva sekali lagi tampak bermain sangat solid di sisi sayap, sementara Raheem Sterling terus menikmati kebangkitan performanya.

Dengan kehebatan menyerangnya yang tak terbantahkan di laga tersebut, pertahanan City juga telah menjadi lebih baik dalam laga di minggu-minggu pembukaan ini, sekali lagi Guardiola telah membuat sihir di lini pertahanan juga.

Aleksandar Kolarov terlihat sangat antusias dipersonifikasikan, apakah bermain dalam peran bek tengah yang tidak biasanya, atau – seperti melawan Steaua – kembali ke sisi kiri pertahanan. Dengan Kolarov dan Pablo Zabaleta diminta untuk bergabung ke lini tengah sesering mungkin, permainan City di era sekarang mengingatkan penggemar pada bagian Piala Dunia Belanda 1974 yang dipimpin oleh Johan Cruyff.

[table “10” not found /]

Tim itu dibangun oleh Rinus Michels – melahirkan gagasan “Total Football,” dengan pemain serbaguna yang dapat beralih posisi di lapangan. Cruyff kemudian membawa ide-ide yang sama untuk Barcelona sebagai pemain di bawah kepemimpinan Michels, kemudian sebagai pelatih – garis yang akhirnya dilanjutkan kemudian oleh Guardiola sebagai pemain.

Sebagai manajer, Catalan telah menjadi identik dengan rotasi tangkas posisi; cepat, passing dan terobosan cerdas dan pressure yang tinggi. Dan ini terlihat pada pembuktian Guardiola menahkodai City, melihat bahwa Steaua dikalahkan dengan sempurna.

Pep guardiola menanamkan semangat tak kenal takut. Dan tim ini kembali diprediksi akan menang dan bisa melumat Stoke Sabtu depan, dan itu akan menarik untuk melihat bagaimana Guardiola kembali memainkan permainan Total Footballnya

Pada saat ini mungkin kabar lebih lanjut tentang keraguan City saat ini: hanya terletak pada posisi kiper. Willy Caballero, kemugkinan akan menjadi pilihan utama menggantikan Joe Hart yang tampaknya tidak cocok untuk permainan Guardiola. Jika berminat Guardiola mungkin akan merekrut kiper Barcelona, Claudio Bravo sebagai pilihan utama, City akan memiliki kiper yang mampu menyuntikkan kecepatan yang sama dari belakang seperti yang Guardiola telah timbulkan sepanjang laganya minggu ini.

Dengan ketidakmampuan Caballero untuk bermain menyodorkan bola ke depan, ia pasti akan segera kembali ke status pemain cadangan. Dan, ketika kedatangan baru mengambil tempatnya, Pep Guardiola ini akan sangat antusias untuk membangun tim idamannya yang lengkap.

[table “10” not found /]




Back to Top ↑