PSG Kalahkan Lyon Di Trophee Des Champions

Paris Saint-Germain membuat awal yang sangat baik di bawah kepemimpinan Unai Emery dengan kemenangan 4-1 atas Olympique Lyonnais di Worthersee Stadion di Klagenfurt, Austria, untuk mengamankan Trophee des Champions keempatnya berturut-turut.

[table “10” not found /]

PSG kini menjadi klub paling sukses di negara nya dengan raihan 31 piala – enam yang telah diperoleh didapatkan dari Trophee des Champions – dan debutnya di bawah kepemimpinan pelatih Emery ini menunjukkan bahwa PSG akan sangat siap untuk menjalani musim ini.

Berikut adalah tiga hal yang bisa kita ambil dari kemenangan percaya diri mereka.

3 Hal Penting Dari Kemenangan PSG Atas Lyon

1. PSG baru di bawah Emery penuh harapan

Meskipun PSG telah tampak bagus di pra-musim, banyak yang mengharapkan agar dalam penampilan pertamanya mereka bisa kompetitif di bawah kepemimpinan Emery dan tidak mengecewakan.

Pelatih asal Spanyol ini kemungkinan akan menggunakan formasi 4-2-3-1 dan kinerja yang berbeda jauh dari jenis permainan yang dipertunjukan di bawah pelatih sebelumnya Laurent Blanc. Emery tidak mengutamakan skil individu, tetapi ada penekanan lebih besar secara kolektif.

Ini adalah indikasi awal dari apa yang diharapkan PSG di Liga Champions, tanda-tanda awal yang sangat positif. Ligue 1 juara mungkin benar-benar menargetkan bisa masuk ke semifinal atau bahkan lebih baik dengan menjadi juara Liga Champions.

2. Tidak ada Zlatan, tidak ada masalah

Walaupun itu hanya pertandingan melawan tim Lyon, PSG tidak terlihat seperti kehilangan Ibrahimovic. Bahkan, taktik Emery dirancang untuk mendapatkan yang terbaik dari beberapa pemain dan mereka bekerja sejauh ini dengan baik.

[table “10” not found /]

Pastore dan Di Maria bermain sangat mengesankan pada hari Sabtu, dengan “El Flaco” –julukan Pastore- mencetak satu gol dan memberikan dua assist dan “El Fideo”  -julukan Di Maria- mencetak satu gol dan memainkan peran pembangun seragan dalam beberapa peluang yang tercipta.

Ben Arfa juga tampak lebih tajam daripada dirinya di pra-musim, sementara gol Kurzawa dari posisinya di bek kiri memberikan sinyal awal niat dari pemain Prancis itu bersaing dengan Maxwell untuk peran starter lune-up.

Meskipun sejumlah starter reguler hilang, PSG masih didominasi Lyon dan itu menjadi pertanda baik untuk musim depan.

3. Hegemoni domestik akan terus berlanjut

Presiden Lyon Jean-Michel Aulas akan merasa sangat rendah hati setelah ia menyaksikan timnya harus menelan pil pahit kekalahan 4-1 oleh PSG. Padahal sebelumnya ‘The OL supremo’ ini telah menyerang sang kompetitor (PSG) terlebih dahulu dalam beberapa kali siaran pers menjelang pertandingan Sabtu dan mengatakan merasa sangat yakin bisa mengalahkan PSG.

[table “10” not found /]




Back to Top ↑